Kesehatan

Mencegah Keputihan Pada Wanita

tips kesehatanOrgan kewanitaan merupakan salah satu organ paling sensitif yang dimiliki oleh setiap wanita. Kebersihan organ ini harus dijaga dengan baik agar tidak terjadi keluhan yang tidak membuat nyaman setiap orang. Salah satu keluhan yang banyak dijumpai pada wanita dewasa adalah keputihan. Keputihan sebenarnya ditandai dengan diproduksinya cairan vagina yang berlebihan sehingga membuat wanita menjadi kurang nyaman.

Ketika menghadapi situasi seperti ini, wanita tidak perlu cemas dan melakukan deteksi dini. Caranya dengan mengecek seperti apa kondisi cairan vagina yang diproduksi berlebih. Pada umumnya ketika cairan yang dihasilkan berwarna bening dan tidak menimbulkan rasa gatal, itu bukanlah sebuah keluhan. Pada kejadian ini, cairan ini merupakan cairan yang diproduksi menjelang atau setelah fase menstruasi normal pada wanita.

Lain halnya ketika cairan yang dikeluarkan berwarna putih susu, kuning, atau kehijauan dan berbau. Sering kali pula cairan ini memberikan rasa gatal. Pada kasus ini, bisa jadi wanita telah terkena keputihan yang disertai bakteri atau jamur. Ketika hal ini terjadi ada baiknya melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mencegah hal buruk yang tidak diinginkan terjadi.

Untuk mencegah risiko keputihan pada wanita, semestinya mereka menjaga kebersihan daerah kewanitaan tersebut. Ketika selesai buang air kecil, ada baiknya mereka mengelap daerah tersebut dengan tisu kasar. Daerah lembab di sekitar organ kewanitaan mampu merangsang pertumbuhan bakteri dan jamur. Demikian pula selama masa menstruasi, pemakaian pembalut sebaiknya diperhatikan. Jangan sampai pembalut yang kotor tetap dibiarkan menempel pada vagina dan kulit. Hal ini mampu menimbulkan iritasi dan serangan mikroba pada vagina yang memicu keputihan.

Selain itu, penggunaan panty liner secara harian juga perlu dihindari. Alih-alih membuat daerah vagina menjadi kering, justru akan membuat vagina menjadi lembab. Keputihan menjadi mungkin menyerang wanita ketika kondisi yang dihadapi seperti ini. Selain itu, penggunaan cairan pembersih vagina juga perlu diperhatikan. Salah pemakaian justru mengubah pH vagina normal menjadi kondisi kurang ideal yang membuat bakteri dan jamur berkembang biak. Berkonsultasi dengan dokter untuk mengani hal ini cukup disarankan untuk menghindari risiko buruk yang mungkin terjadi.

Related posts: