Berita

Bulan Dalam Kalender Jawa

kalender jawaDalam penanggalan Masehi kita mengenal adanya 12 bulan yang tersusun dari mulai Januari hingga Desember. Bulan-bulan pada penanggalan Masehi tersebut memiliki jumlah hari yang beragam tiap bulanya mulai dari 28, 29, 30 dan 31 serta tentu saja penanggalan dalam bulan ini tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Mari kita coba melihat sistem penanggalan lainnya yang ada salah satunya yaitu sistem penanggalan Jawa yang biasa dikenal dalam susunan Kalender Jawa. Kalender dengan sistem ini masih banyak digunakan oleh sebagian besar masyarakat kita.

Bulan Di Kalender Jawa

Sistem penanggalan pada Kalender Jawa sebenarnya sama dengan Masehi yang memiliki 12 bulan. Jika pada kalender Masehi nama bulan di awali oleh bulan Januari maka pada penanggalan Jawa berbeda. Bulan awal pada penanggalan ini yaitu Suro, Sapar, Mulud, Rabiulakhir, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rajab, Ruwah, Puasa, Sawal, Hapir dan Besar. Namun yang membedakan adalah jumlah harinya, jumlah hari pada penanggalan ini konsisten yaitu 30 hari dan 29 hari saja serta penempatannya selalu bergantian pada bulan pertama 30 hari bulan kedua 29 hari, bulan ketiga 30 hari, bulan keempat 29 hari dan begitu seterusnya. Di dalam penanggalan Jawa terdapat empat pembagian waktu yaitu Windu, Wuku, Pranoto Mongso atau Mangsa dan Hari Pasar.

Rincian pembagian waktu tadi seperti Windu yang terdiri dari 8 tahun, kemudian Wuku terdiri dari 30 pilihan, Pranoto Mongso atau Mangsa terdiri dari 12 pilihan dan yang terakhir Hari Pasar yang terdiri dari 5 pilihan. Khusus untuk rincian waktu pada Pranoto Mongso atau Mangsa memiliki masa berlaku setiap waktunya. Jika di ibaratkan masa berlaku ini sama dengan sistem zodiak atau perbintangan yang memiliki batas waktunya sendiri. Penyusunan pada Kalender Jawa ini bukan semata-mata hanya sekedar tanggal sebagai petunjuk waktu saja tapi pada dasarnya disusun karena kejadian alam yang ada. Serta disusun berdasarkan pengalaman hidup masyarakat selama bertahun-tahun lamanya. Sehingga kalender ini memiliki banyak sekali manfaat sebagai pedoman menjalankan kehidupan agar menjadi lebih bijak dari sebelumnya.

Related posts: